Cara fintech Indonesia membangun kepercayaan publik lewat press release
Kepercayaan adalah tantangan terbesar yang dihadapi industri fintech Indonesia. Setelah maraknya kasus pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang merugikan jutaan konsumen, kepercayaan publik terhadap layanan keuangan digital jatuh ke titik rendah. PR yang konsisten dan transparan adalah salah satu cara paling efektif untuk membangun kembali — atau mempertahankan — kepercayaan tersebut.
Untuk fintech yang beroperasi secara legal dan berizin, press release bukan hanya alat marketing — ini adalah instrumen komunikasi yang secara aktif membantu membedakan diri dari pemain ilegal di mata publik yang skeptis.
Di industri yang kepercayaannya sedang dipertanyakan, konsistensi komunikasi publik adalah diferensiasi yang paling sulit ditiru kompetitor.
Tantangan PR unik industri fintech Indonesia
Skeptisisme publik yang tinggi pasca kasus pinjol ilegal. Audiens yang Anda komunikasikan sudah punya prior belief negatif tentang fintech. Setiap press release harus secara aktif memperkuat signal bahwa Anda adalah pemain yang legitimate dan bertanggung jawab.
Regulasi OJK yang ketat dan terus berkembang. Setiap perubahan regulasi adalah kesempatan PR — fintech yang secara proaktif mengkomunikasikan kepatuhannya terhadap regulasi baru jauh lebih dipercaya dari yang diam.
Audiens yang heterogen: konsumen dan investor. Press release fintech harus bekerja untuk dua audiens yang berbeda kebutuhan informasinya: konsumen yang butuh jaminan keamanan dan kemudahan, dan investor yang butuh data traksi dan model bisnis yang jelas.
Topik press release yang membangun kepercayaan fintech
Perolehan atau perpanjangan izin OJK
Ini adalah signal legitimasi terkuat. Setiap milestone perizinan — izin operasional pertama, perpanjangan, atau penambahan kategori izin — harus dikomunikasikan secara proaktif. Ini bukan hanya berita yang bernilai, tapi bukti kepatuhan yang aktif diperlihatkan.
Data transparansi operasional
Tingkat NPL yang konsisten di bawah batas OJK, total penyaluran dana yang terverifikasi, jumlah peminjam aktif yang terlayani, dan data dampak ekonomi yang terukur. Fintech yang mau transparan dengan data ini membangun kepercayaan yang tidak bisa dibeli iklan.
Kolaborasi dengan bank atau lembaga keuangan konvensional
Kemitraan dengan BRI, Mandiri, BCA, atau lembaga keuangan yang sudah mapan adalah sinyal validasi yang sangat kuat. Ini menunjukkan bahwa pemain konvensional yang konservatif pun mempercayai model bisnis fintech tersebut.
Penghargaan dan sertifikasi independen
Award dari OJK, penghargaan dari asosiasi fintech, atau sertifikasi keamanan data (ISO 27001) adalah validasi pihak ketiga yang sangat berharga di industri yang kepercayaannya sedang dipertanyakan.
Dampak sosial dan inklusi keuangan yang terukur
Berapa unbanked people yang kini memiliki akses layanan keuangan formal karena platform Anda? Berapa UMKM yang mendapat modal kerja pertama mereka? Data dampak sosial ini sangat kuat untuk media nasional dan media CSR.
Framework komunikasi krisis untuk fintech
Tidak ada fintech yang immune dari potensi isu. Beberapa scenario yang paling sering terjadi dan cara mengkomunikasikannya:
| Situasi | Respons komunikasi | Catatan |
|---|---|---|
| Dugaan fraud atau scam oleh oknum | Klarifikasi cepat dalam 24 jam, tunjukkan bukti proses investigasi, pernyataan OJK jika memungkinkan | Jangan diam — diam selalu diartikan sebagai pengakuan |
| Pelanggaran data pelanggan | Acknowledgment dalam 12-24 jam, detail langkah remediation, timeline perbaikan yang konkret | Transparansi penuh lebih baik dari cover-up |
| Perubahan regulasi yang berdampak | Komunikasi proaktif tentang bagaimana Anda comply sebelum regulasi efektif | Jangan tunggu media bertanya |
| Keluhan massal dari pengguna | Respons sistematis di semua channel, press release perubahan kebijakan jika relevan | Tunjukkan bahwa Anda mendengar dan bertindak |
Media target untuk press release fintech Indonesia
| Media | Mengapa relevan |
|---|---|
| Katadata | Media ekonomi digital terpercaya — ideal untuk news tentang regulasi dan bisnis fintech |
| Bisnis.com Keuangan | Media bisnis dengan pembaca korporasi dan investor — untuk news yang berdampak pasar |
| CNBC Indonesia | Media keuangan nasional — untuk news yang relevan untuk investor dan regulator |
| DailySocial | Untuk angle teknologi dan inovasi fintech |
| Infobanknews.com | Media khusus perbankan dan keuangan — kredibilitas tinggi untuk isu regulasi |
| Kontan.co.id | Investor retail aktif membaca Kontan — ideal untuk news yang relevan dengan investasi |
Contoh press release perolehan izin OJK yang efektif
UNTUK SEGERA DIRILIS
Jakarta, [Tanggal] — NawaFin, platform pinjaman produktif berbasis teknologi untuk UMKM Indonesia, hari ini mengumumkan perolehan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) dengan nomor KEP-[XXX]/D.05/2025. Dengan izin ini, NawaFin resmi menjadi salah satu dari [N] platform P2P lending yang beroperasi dalam pengawasan penuh OJK di Indonesia.
Selama 18 bulan beroperasi dalam fase sandbox OJK, NawaFin telah menyalurkan Rp 340 miliar kepada 85.000 UMKM di 15 provinsi dengan tingkat NPL yang konsisten di bawah 2,1% — di bawah batas 5% yang ditetapkan OJK. Platform ini kini membuka akses pendanaan bagi UMKM yang sebelumnya tidak terjangkau layanan kredit perbankan konvensional.
‘Izin resmi dari OJK adalah milestone terpenting dalam perjalanan NawaFin — bukan hanya sebagai validasi regulasi, tapi sebagai komitmen kami bahwa setiap rupiah yang dipercayakan lender akan dikelola dengan standar kepatuhan tertinggi,’ kata [Nama], CEO NawaFin.
Membangun press room untuk fintech
Fintech yang serius membangun kepercayaan publik harus memiliki Press Room yang mudah diakses di website mereka. Ini adalah halaman yang menjadi referensi utama jurnalis yang ingin meliput perusahaan:
| Konten Press Room | Deskripsi | Prioritas |
|---|---|---|
| Siaran pers terbaru | Semua press release dalam 12 bulan terakhir dengan link ke artikel media | Wajib |
| Profil eksekutif | Foto profesional dan bio CEO + CXO lainnya yang relevan | Sangat disarankan |
| Fact sheet perusahaan | Data kunci: berdiri, izin, total penyaluran, NPL, jumlah pengguna | Wajib |
| Aset media | Logo, foto kantor, screenshot produk — semua tersedia unduh langsung | Sangat disarankan |
| Kontak PR | Nama, email, nomor WA yang responsif | Wajib |
| Laporan tahunan (jika ada) | Transparansi keuangan untuk investor dan media bisnis | Disarankan |
Kalender PR tahunan untuk fintech Indonesia
Fintech yang memiliki izin OJK dan beroperasi dengan baik memiliki banyak momen yang layak dikomunikasikan sepanjang tahun. Ini kalender PR yang realistis untuk fintech yang sudah seed stage ke atas:
| Bulan | Topik PR | Catatan |
|---|---|---|
| Januari | Rilis laporan tahunan dan target tahun baru | Data transparansi: total penyaluran, NPL, pertumbuhan pengguna |
| Maret-April | Laporan kinerja Q1 dan update roadmap produk | Traksi kuartalan adalah sinyal konsistensi untuk investor |
| Mei | Hardcoded: Hari Oeang Nasional (30 Oktober) prep dan Hari Konsumen Nasional (4 Mei) | Angle inklusi keuangan dan literasi finansial sangat relevan |
| Juli-Agustus | Partnership atau ekspansi baru sebelum H2 acceleration | Momentum H2 biasanya lebih aktif untuk bisnis UMKM |
| Oktober | Hari Oeang Nasional — angle financial inclusion yang kuat | OJK dan Kemenku sering aktif di momen ini, memberikan context yang kuat |
| Desember | Year-end recap: dampak setahun penuh dalam angka | Data tahunan yang komprehensif — release sebelum akhir tahun agar tayang di laporan media akhir tahun |
Kesalahan PR yang paling sering dilakukan fintech Indonesia
Tidak mengkomunikasikan izin OJK secara proaktif. Konsumen dan media tidak akan tahu bahwa fintech Anda beroperasi secara legal jika Anda tidak aktif mengkomunikasikannya. Izin OJK harus jadi bagian dari setiap press release pertama fintech baru.
Mengklaim jumlah pengguna yang tidak bisa diverifikasi. Klaim ‘jutaan pengguna’ tanpa konteks — apakah ini registered, active, atau verified — adalah klaim yang akan dipertanyakan editor media. Selalu spesifik: ‘X pengguna aktif bulanan’ atau ‘Y total akun terverifikasi KYC’.
Tidak ada respons PR saat ada isu negatif. Fintech yang diam saat ada berita negatif — bahkan yang tidak terbukti — memberi kesan bersalah. Minimal, siapkan template pernyataan klarifikasi yang bisa dirilis dalam 6-12 jam.
Press release yang terlalu teknis untuk audiens umum. Menggunakan jargon seperti ‘escrow mechanism’, ‘credit scoring algorithm’, atau ‘risk-adjusted return’ tanpa penjelasan membuat press release tidak bisa dipahami editor media umum. Sederhanakan bahasa tanpa mengorbankan akurasi.
Fintech yang berhasil membangun kepercayaan publik melalui PR konsisten — seperti GoPay, OVO, atau Kredivo — tidak mencapai posisi itu dalam semalam. Ini hasil dari komunikasi yang konsisten, transparan, dan berbasis data selama bertahun-tahun. Mulai sekarang, dan bangun secara bertahap.
Artikel terkait
Panduan press release funding yang sering relevan untuk fintech.
Analogi industri dengan regulasi ketat lainnya.
Konteks PR dalam ekosistem startup yang relevan untuk fintech.
Siap distribusikan press release Anda?
MediaRilis distribusikan ke 200+ media aktif Indonesia dalam 1×24 jam.