Press release vs advertorial: perbedaan, biaya, dan mana yang lebih efektif?
Dua format ini sama-sama bisa membuat nama brand Anda muncul di media online. Tapi cara kerjanya, biayanya, dan dampaknya terhadap bisnis Anda sangat berbeda. Bagi banyak marketing manager dan founder di Indonesia, kebingungan antara press release dan advertorial sering berakhir pada pilihan yang kurang optimal — atau malah buang budget di tempat yang salah.
Artikel ini membahas perbedaan press release dan advertorial dari semua sisi: mekanisme kerja, perbandingan biaya, dampak jangka panjang, dan dalam situasi apa masing-masing lebih tepat digunakan. Termasuk: kenapa untuk syarat Shopee Mall dan verified badge sosmed, hanya satu dari keduanya yang bisa digunakan.
Apa itu press release?
Press release adalah dokumen resmi yang ditulis oleh brand atau organisasi, lalu dikirimkan ke media massa dengan harapan diterbitkan sebagai berita. Yang membedakannya dari iklan: keputusan menerbitkan atau tidak ada sepenuhnya di tangan editor media — bukan brand.
Inilah yang membuat press release terlihat sebagai konten editorial. Ketika pembaca menemukan artikel tentang brand Anda di Kompas, Detik, atau Bisnis.com, mereka tidak tahu bahwa artikel tersebut berawal dari sebuah press release yang Anda kirimkan. Mereka melihatnya sebagai berita yang dianggap layak diliput oleh editor independen — dan tingkat kepercayaan mereka terhadap konten tersebut jauh lebih tinggi dibanding jika mereka melihat iklan.
Cara distribusi press release modern: satu naskah dikirimkan ke ratusan media sekaligus melalui layanan distribusi seperti MediaRilis. Jika kontennya bernilai berita, media akan menerbitkannya. Hasilnya bisa berupa puluhan hingga ratusan artikel aktif di media yang berbeda — semua dari satu naskah.
Apa itu advertorial?
Advertorial adalah konten berbayar yang ditulis seperti artikel editorial tetapi ditandai secara eksplisit sebagai iklan, konten berbayar, atau advertorial. Brand membayar langsung kepada media tertentu untuk menerbitkan konten yang sepenuhnya dikontrol — dari isi, angle, foto, hingga judul.
Keunggulan advertorial adalah kontrol penuh atas pesan yang muncul. Tidak ada risiko editor mengubah angle atau menolak publikasi. Tapi ada konsekuensi yang tidak kecil: pembaca yang cermat akan melihat label ‘Advertorial’ atau ‘Konten Berbayar’ dan secara insting menurunkan tingkat kepercayaan mereka. Di era di mana masyarakat semakin skeptis terhadap iklan, ini adalah hambatan signifikan.
Perbandingan mendasar: press release vs advertorial
| Aspek | Press Release | Advertorial |
|---|---|---|
| Bagaimana muncul di media | Diterbitkan atas keputusan editor (editorial) | Diterbitkan karena dibayar (iklan) |
| Label yang muncul | Tidak ada label — terlihat sebagai berita biasa | Berlabel ‘Advertorial’, ‘Konten Berbayar’, atau ‘Iklan’ |
| Kepercayaan pembaca | Tinggi — dipercaya sebagai informasi editorial | Rendah–menengah — pembaca tahu ini iklan |
| Kontrol isi konten | Terbatas — editor bisa mengubah atau menolak | Penuh — brand tentukan semua |
| Jaminan tayang | Tidak ada — tergantung nilai berita naskah | Ya — selama biaya dibayar |
| Jangkauan per distribusi | Bisa 50–200+ media dari satu naskah | Per media — satu bayar, satu media |
| Efek SEO | Tinggi — backlink editorial dofollow dari banyak domain | Rendah — biasanya nofollow sesuai standar Google |
| Longevity konten | Permanen di URL media selama media beroperasi | Bisa diturunkan saat anggaran habis |
Perbandingan biaya: mana yang lebih murah?
Ini bagian yang paling sering mengejutkan brand yang baru pertama kali membandingkan keduanya:
| Jangkauan | Press Release via Distribusi Massal | Advertorial |
|---|---|---|
| Untuk 10 media | Rp 100K–300K (via distribusi massal) | Rp 4 juta – 50 juta (per media Rp 400K–5 juta) |
| Untuk 50 media | Rp 500K–1,5 juta | Rp 20 juta – 250 juta |
| Untuk 100 media | Rp 1 juta – 3 juta | Rp 40 juta – 500 juta |
| Biaya penulisan | Termasuk dalam paket layanan distribusi | Bisa tambah Rp 300K–1 juta per naskah |
| Biaya per article-view | Sangat rendah (tersebar otomatis) | Sangat tinggi (bayar per placement) |
Catatan: estimasi di atas mengacu pada kondisi pasar Indonesia 2025. Tarif advertorial di media premium seperti Kompas atau CNBC Indonesia bisa jauh lebih tinggi.
Kapan memilih press release?
Press release adalah pilihan yang lebih tepat dalam situasi berikut:
Membangun kredibilitas jangka panjang. Setiap artikel yang muncul di media sebagai berita editorial membangun portofolio kepercayaan yang tidak bisa dibeli secara instan.
Membutuhkan bukti liputan media untuk keperluan bisnis. Shopee Mall, pengajuan verified badge Instagram atau TikTok, due diligence investor, dan pengajuan program brand resmi marketplace — semuanya mensyaratkan liputan editorial independen, bukan advertorial.
Ingin efisiensi biaya untuk jangkauan luas. Satu press release yang didistribusikan via MediaRilis bisa menjangkau 200+ media dengan biaya yang setara satu advertorial di media mid-size.
Mengumumkan berita yang memiliki nilai jurnalistik. Funding announcement, peluncuran produk signifikan, penghargaan, dan pencapaian bisnis — semua punya nilai berita yang membuat editor tertarik menerbitkannya.
Kapan memilih advertorial?
Ada situasi di mana advertorial memang lebih tepat:
Kontrol pesan adalah prioritas absolut. Jika ada pernyataan legal, klaim produk yang sangat spesifik, atau pesan yang tidak boleh diubah sepatah kata pun oleh editor.
Menarget satu media spesifik dengan audiens sangat relevan. Misalnya brand skincare yang ingin pastikan artikel muncul di Female Daily dengan format dan positioning yang persis seperti yang diinginkan.
Butuh jaminan tayang tanpa bergantung nilai berita. Untuk konten yang mungkin tidak punya angle berita kuat tapi tetap perlu muncul di media tertentu.
Situasi di mana press release tidak bisa digantikan advertorial
Ini poin yang sering tidak disadari brand — dan menyebabkan proses pengajuan gagal:
Shopee Mall / Official Store
Mensyaratkan bukti pemberitaan media independen. Advertorial berlabel konten berbayar tidak diterima.
Verified Instagram & TikTok
Platform mensyaratkan liputan editorial dari media yang diverifikasi, bukan konten berbiaya.
Due diligence investor
Investor ingin melihat liputan media organik sebagai bukti legitimasi — bukan iklan.
Award & penghargaan industri
Beberapa program penghargaan mewajibkan adanya media coverage editorial independen.
Strategi terbaik: gunakan keduanya secara komplementer
Brand-brand besar Indonesia yang PR-nya matang biasanya menggunakan kombinasi keduanya dengan strategi yang jelas: press release untuk jangkauan luas dan kredibilitas editorial, advertorial untuk pesan yang butuh kontrol penuh di media spesifik.
Contoh strategi kombinasi: Saat peluncuran produk baru, distribusikan press release ke 100+ media via MediaRilis untuk mendapatkan puluhan artikel editorial. Bersamaan, jalankan advertorial di satu atau dua media premium yang audiensnya paling relevan — dengan messaging yang lebih spesifik dan visual yang dikontrol penuh.
Artikel terkait
Panduan lengkap struktur dan format press release standar media nasional Indonesia.
Perbandingan kisaran harga paket distribusi press release di berbagai layanan.
Pahami nilai liputan editorial dan cara mengukur dampaknya untuk brand Anda.
Siap distribusikan press release Anda?
MediaRilis distribusikan ke 200+ media aktif Indonesia dalam 1×24 jam. Laporan tayang lengkap dan terverifikasi.