5 tanda press release Anda tidak akan diterima media — dan cara memperbaikinya
Editor media besar di Indonesia menerima antara 50 hingga 200 press release setiap minggunya. Dari jumlah itu, hanya sebagian kecil yang benar-benar diterbitkan. Sisanya langsung masuk folder deleted atau diabaikan bahkan sebelum dibaca sampai selesai. Bukan karena editor tidak tertarik dengan brand Anda — tapi karena ada sinyal-sinyal spesifik dalam sebuah press release yang langsung memberitahu editor bahwa teks ini bukan berita.
Mengetahui tanda-tanda ini dan cara memperbaikinya adalah perbedaan antara press release yang menghasilkan puluhan artikel di media nasional, dan press release yang tidak pernah tayang satupun. Artikel ini membahas lima tanda paling umum — lengkap dengan contoh konkret dan cara mengatasinya.
Tanda 1: Judulnya tidak mengandung nilai berita
Headline adalah satu-satunya kesempatan untuk membuat editor membuka dan membaca press release Anda. Rata-rata editor menghabiskan kurang dari 5 detik untuk memutuskan apakah press release layak dibaca lebih lanjut — dan keputusan itu hampir selalu dibuat berdasarkan headline saja.
Headline yang buruk terdengar seperti slogan iklan: penuh superlative tapi kosong fakta. Headline yang baik terdengar seperti judul berita: konkret, bisa diverifikasi, dan relevan bagi pembaca media tersebut.
| Headline yang akan ditolak | Headline yang berpeluang tayang |
|---|---|
| PT XYZ dengan Bangga Mempersembahkan Inovasi Revolusioner Terbaru | PT XYZ Luncurkan Platform Logistik Real-time, Tangani 5.000 Pengiriman Per Hari di Jabodetabek |
| Kami Hadir untuk Solusi Terbaik Kebutuhan Masyarakat Indonesia | Startup Fintech ABC Salurkan Kredit Rp 500 Miliar ke 50.000 UMKM dalam 6 Bulan Pertama Operasi |
| Peluncuran Aplikasi Kesehatan yang Akan Mengubah Indonesia | TechHealth Luncurkan AI Diagnosis Awal Berbasis Foto, Dikembangkan Bersama 50 Dokter Spesialis RS Cipto |
Formula headline yang terbukti bekerja: [Nama perusahaan] + [kata kerja aktif] + [spesifikasi konkret dengan angka]. Angka, nama lokasi, dan detail yang bisa diverifikasi adalah kunci yang membedakan judul berita dari slogan iklan.
Tanda 2: Paragraf pertama tidak menjawab 5W+1H
Jurnalisme menggunakan struktur piramida terbalik: informasi paling penting diletakkan di awal, detail pendukung menyusul di bawah. Editor media sudah terbiasa dengan pola ini dan secara instingtif mencarinya. Ketika paragraf pertama tidak langsung memberikan inti informasi, mereka kehilangan kesabaran dan menutup press release tersebut.
Paragraf pertama yang efektif menjawab enam pertanyaan fundamental dalam dua hingga tiga kalimat: Siapa yang mengumumkan, Apa yang diumumkan, Kapan ini terjadi, Di mana berlangsung, Mengapa penting, dan Bagaimana cara kerjanya.
Lead yang buruk
“Sudah lama hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang, PT XYZ kini dengan bangga memperkenalkan sebuah terobosan inovatif yang merupakan buah dari penelitian bertahun-tahun oleh tim ahli kami yang berdedikasi dan berpengalaman di bidangnya.”
Lead yang kuat
“Jakarta, 3 Mei 2025 — PT XYZ hari ini meluncurkan NawaFin, platform keuangan digital yang memungkinkan 5 juta UMKM di Jabodetabek mengakses kredit usaha dalam 24 jam tanpa agunan. Platform ini mulai beroperasi penuh per 1 Juni 2025 dan menargetkan penyaluran Rp 2 triliun kredit usaha pada akhir tahun.”
Tanda 3: Konten penuh bahasa promosi
Ada daftar kata yang secara instan memberi sinyal kepada editor bahwa sebuah press release lebih mirip brosur marketing daripada berita. Editor menyebut kata-kata ini sebagai “fluff” — konten yang terdengar besar tapi tidak mengandung informasi yang bisa diverifikasi atau yang berguna bagi pembaca.
| Kata yang harus dihindari | Ganti dengan fakta konkret |
|---|---|
| Terdepan / Market leader | Brand dengan market share terbesar berdasarkan riset [nama lembaga riset] |
| Revolusioner / Inovatif | Pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi [nama teknologi spesifik] |
| World-class / Berkelas internasional | Bersertifikasi ISO 9001 / Beroperasi di [N] negara selain Indonesia |
| Solusi terbaik / Best-in-class | Rating 4.8/5 dari 10.000 pengguna / Mengurangi waktu proses sebesar 73% |
| Pertumbuhan yang luar biasa | Tumbuh 340% year-on-year / Bertambah 200.000 pengguna baru dalam Q1 |
| Dihadiri ribuan orang | Dihadiri 3.500 peserta dari 18 provinsi |
Aturan sederhananya: setiap klaim dalam press release harus bisa diverifikasi oleh jurnalis yang tidak kenal brand Anda. Jika klaim tidak bisa dibuktikan dengan data, nama, atau referensi spesifik — hapus atau ganti.
Tanda 4: Tidak ada kutipan narasumber yang bermakna
Press release tanpa kutipan dari individu yang relevan — CEO, direktur, ahli eksternal, atau pihak ketiga yang dipercaya — terasa seperti pengumuman perusahaan dari balik tembok, bukan berita yang punya wajah manusiawi. Kutipan yang baik memenuhi dua fungsi: pertama, memberikan perspektif personal yang tidak ada di bagian lain press release; kedua, memudahkan jurnalis mengutip langsung tanpa harus menghubungi narasumber secara terpisah.
Kutipan yang tidak berguna
“Kami sangat senang dan bangga meluncurkan produk ini. Ini adalah bukti komitmen kami untuk terus berinovasi demi pelanggan.” — Direktur Utama PT XYZ
Kutipan yang kuat dan bisa dikutip
“Dari data kami, 70% UMKM di Indonesia masih mengandalkan pinjaman informal dengan bunga jauh di atas pasar karena tidak punya akses ke kredit formal. NawaFin hadir untuk memutus siklus itu — dengan proses yang bisa selesai dari HP dalam 24 jam,” kata Sarah Wijaya, CEO PT XYZ.
Kutipan yang kuat mengandung tiga elemen: data atau fakta spesifik, perspektif yang unik dari narasumber tersebut, dan konteks yang menjelaskan mengapa hal ini penting. Kutipan generik yang bisa diucapkan siapapun dari perusahaan manapun tidak memberikan nilai tambah bagi editor.
Tanda 5: Dikirim ke media yang tidak relevan
Press release tentang produk kecantikan yang dikirim ke media teknologi. Press release startup agritech yang dikirim ke media fashion. Press release layanan B2B enterprise yang dikirim ke media hiburan. Semua ini adalah pemborosan anggaran yang membuat press release tidak pernah tayang.
Relevansi antara konten press release dan audiens utama media adalah salah satu faktor penentu terbesar dalam keputusan editorial. Editor media beauty tahu persis bahwa pembacanya tidak tertarik dengan berita enterprise software. Mereka tidak akan menerbitkan konten yang tidak relevan dengan pembaca setia mereka — apapun kualitas naskahnya.
Solusi yang paling efisien adalah menggunakan layanan distribusi yang sudah memetakan media berdasarkan kategori dan industri. MediaRilis memiliki sistem kategorisasi yang memastikan press release kecantikan dan skincare masuk ke media beauty dan lifestyle, press release fintech masuk ke media keuangan dan bisnis digital, press release kuliner masuk ke media F&B dan gaya hidup, dan seterusnya.
Checklist 20 poin sebelum mendistribusikan press release
Gunakan checklist ini setiap kali sebelum mengirimkan press release. Semakin banyak poin yang terpenuhi, semakin tinggi peluang tayang:
Artikel terkait
Panduan lengkap struktur dan format press release standar media nasional Indonesia.
Formula dan panduan headline yang terbukti menarik perhatian editor media nasional.
Tim editorial MediaRilis menulis press release sesuai standar media — siap distribusi.
Siap distribusikan press release Anda?
MediaRilis distribusikan ke 200+ media aktif Indonesia dalam 1×24 jam. Laporan tayang lengkap dan terverifikasi.