Cara membuat press release untuk event dan acara yang menarik perhatian media
Event dan acara adalah salah satu momen yang paling sering menghasilkan press release — tapi juga salah satu yang paling sering dilakukan dengan cara yang salah. Press release event yang dikirim terlalu dekat dengan tanggal acara, atau yang fokusnya salah, hampir pasti tidak akan tayang. Panduan ini membahas strategi press release event yang benar-benar menghasilkan liputan.
Press release event yang efektif bukan tentang mengundang media — itu undangan. Press release event adalah tentang meyakinkan editor bahwa event Anda layak diberitakan kepada ribuan pembaca mereka yang tidak hadir.
Perbedaan press release event dan undangan media
Banyak penyelenggara acara yang salah mengartikan press release sebagai undangan media. Keduanya adalah dokumen yang berbeda dengan tujuan yang berbeda:
| Aspek | Press Release Event | Undangan Media |
|---|---|---|
| Tujuan | Memberitakan event sebagai berita kepada publik luas | Mengundang jurnalis tertentu untuk meliput langsung |
| Audiens | Editor dan jurnalis yang mungkin tidak hadir tapi akan menulis | Jurnalis yang diharapkan hadir di lokasi |
| Timing distribusi | 7-14 hari sebelum event | 10-21 hari sebelum event |
| Konten utama | Nilai berita event, siapa yang terlibat, dampak | Logistik: tempat, waktu, akreditasi, dress code |
| Tindak lanjut | Press release pasca-event untuk coverage yang tidak hadir | Follow-up konfirmasi kehadiran jurnalis |
3 jenis press release untuk satu event
Event yang dikelola dengan baik sebenarnya menghasilkan tiga press release yang berbeda — sebelum, saat, dan setelah event:
Pre-event announcement (H-7 sampai H-14)
Mengumumkan event kepada publik luas. Fokus pada: apa yang akan terjadi, siapa yang terlibat (speaker, performer, peserta notable), mengapa ini penting bagi pembaca media yang dituju. Ini yang paling sering didistribusikan via layanan massal.
Day-of release (H-0)
Untuk event yang sangat besar, press release singkat di hari H bisa digunakan untuk media yang tidak sempat meliput sebelumnya. Berisi ringkasan apa yang terjadi dan quote dari penyelenggara atau pembicara utama.
Post-event recap (H+1 sampai H+3)
Laporan hasil: berapa peserta, apa yang terjadi, apa yang diumumkan, siapa yang hadir. Ini yang paling sering menghasilkan liputan karena sudah ada fakta konkret yang bisa diberitakan.
Angle berita yang paling efektif untuk event Indonesia
Angka kehadiran yang konkret. Bukan ‘dihadiri ribuan orang’ — tapi ‘dihadiri 3.500 peserta dari 24 provinsi’. Angka spesifik selalu lebih menarik bagi editor dari angka perkiraan.
Tokoh atau nama yang dikenal. Kehadiran menteri, CEO perusahaan besar, tokoh publik, atau influencer yang relevan adalah nilai berita tersendiri. Cantumkan nama lengkap dan jabatan di press release.
Pengumuman atau pencapaian yang baru pertama kali diumumkan di event. Event adalah momen ideal untuk first announcement — produk baru, kemitraan, data riset, atau kebijakan baru yang belum pernah diumumkan di tempat lain.
Dampak yang terukur. Event UMKM yang menghasilkan transaksi Rp X miliar, kompetisi startup yang memberikan total hadiah Y, atau pameran yang menarik Z investor — dampak konkret membuat event layak diberitakan.
Template press release pre-event yang efektif
Headline: [Nama Event] [Tahun] Kembali Hadir — [X] Pembicara dari [Institusi Bergengsi], [N] Peserta Ditargetkan, Catat Tanggal [Tanggal]
Lead: Jakarta, [Tanggal] — [Nama Penyelenggara] akan menggelar [Nama Event] pada [Tanggal] di [Lokasi], menghadirkan [detail speaker atau peserta notable] dalam format [deskripsi singkat format acara]. Event ini menargetkan [N] peserta dari [deskripsi audiens target] dan akan membahas [3 topik utama].
Body: Latar belakang kenapa event ini relevan sekarang. Detail sesi atau kegiatan utama. Siapa yang akan hadir dan mengapa kehadiran mereka penting. Bagaimana cara mendaftar atau menonton.
Kutipan penyelenggara: Perspektif mengapa event ini penting tahun ini, berbeda dari edisi sebelumnya.
Closing: Informasi registrasi, website, dan kontak untuk media yang ingin meliput.
Checklist sebelum distribusi press release event
Artikel terkait
Jadwalkan press release event Anda dalam konteks kalender PR yang lebih besar.
Press release event adalah salah satu dari 7 jenis utama — pelajari semua jenisnya.
Headline press release event harus mengandung nama, angka, dan tanggal.
Press release pasca-event: sering lebih efektif dari pre-event
Banyak penyelenggara yang hanya mendistribusikan press release sebelum event. Padahal press release pasca-event — yang berisi hasil nyata dari event yang sudah berlangsung — seringkali mendapat liputan yang lebih besar karena ada fakta konkret yang bisa diberitakan.
Isi press release pasca-event yang efektif. Jumlah peserta aktual vs target, transaksi yang terjadi di event, pengumuman atau peluncuran yang dibuat, kutipan dari pembicara atau peserta notable, dan preview event berikutnya jika ada.
Timing distribusi pasca-event. Distribusikan dalam 24-48 jam setelah event selesai — ketika momen masih fresh dan jurnalis yang tidak sempat hadir masih mencari angle untuk menulis.
Cara mengukur keberhasilan press release event
| Metrik | Cara mengukur | Target |
|---|---|---|
| Jumlah media yang meliput | Laporan tayang MediaRilis | Benchmark: minimal 30% dari media target |
| Kualitas media yang meliput | Domain Authority media yang meliput | Prioritaskan media dengan DA 50+ |
| Traffic ke website event | Google Analytics referral traffic | Lihat spike traffic setelah distribusi |
| Registrasi dari artikel media | UTM tracking di link registrasi | Berapa registrasi yang datang dari liputan |
| Social media mentions | Google Alerts dan brand monitoring | Amplifikasi organik dari artikel media |
Siap distribusikan press release Anda?
MediaRilis distribusikan ke 200+ media aktif Indonesia dalam 1×24 jam. Laporan tayang lengkap dan terverifikasi.